Pentingnya Tidak Tahu
Sudah ma'lum diketahui bahwa Islam adalah agama yang tinggi dan tiada yang menandingi. Dengan diwahyukannya Al Qur'an kepada pembawa Islam yang tidak lain ialah Nabi Muhammad sekaligus Rasul Saw, maka sekaligus Al Qur'an sebagai mu'jizat, mu'jizat dalam definisi alat untuk melemahkan musuh Islam. Lantas siapa musuh Islam???
Ibarat senjata, Al Qur'an merupakan pedang bagi ummat manusia, alat yang efektif untuk melemahkan musuh, namun karena tajamnya pedang, ada berbagai jenis kelas didalam kemampuan menggunakannya. Bahkan kalau ngawur justeru akan melukai dirinya. Dengan Al Qur'an bukannya keislaman dalam diri yang akan kuat tapi kesesatan akan menjerumuskan, bila tanpa belajar kepada yang ahli.
Menurut pandangan pakar Ushul, muatan ayat Al Qur'an maupun Sunnah sebagai sumber utama tuntunan Islam, dari sisi memberikan petunjuk terdapat beberapa jenis, diantaranya adalah motivasi, justifikasi, dan introspeksi. Apabila salah dalam menerapkan, maka akan fatal bagi pengguna senjata tersebut. Seharusnya Islam tinggi maka akan menjadi rendah gara-gara pemeluknya salah menggunakan mu'jizatnya, bukan melemahkan musuh tapi melemahkan diri dan sesamanya. Dari sini dapat kita rasakan pentingnya merasa belum tahu sehingga berusaha untuk belajar agar tahu dan menjadi baik. Sabda Rasulullah Saw
من يرد الله به خيرا يفقهه فى الدين
"Barang siapa dikehendaki oleh Allah kebaikan, maka Allah akan memahamkan agama kepada orang tersebut"
Hadits tersebut merupakan motivasi dari Rasulullah Saw agar umatnya mau bertafaqquh (ngaji) sehingga berstatus baik di haribaan Allah SWT. Bukan untuk menjustifikasi bahwa orang yang tidak mengaji itu buruk. Selain tidak patut sesama manusia menilai buruk, memang dalam kalimat hadits tersebut tidak ada definisi orang buruk, dan kesempatan untuk bertafaqquh pun semata-mata Taufiq dari Allah Swt, bukan kemampuan yang timbul dari diri makhluq.MH

Komentar
Posting Komentar