Langsung ke konten utama

Profil



Tak kenal maka tak sayang

Pembaca yang Budiman, sedikit saya memperkenalkan diri saya sebagai makhluq sosial, agar diantara kita dapat berkomunikasi dengan baik dan lebih bermanfaat didalam keberadaan kita sebagai umat manusia.

Sejak lahir saya pada hari Senin tanggal Sembilan bulan Juli tahun 1979 diberi nama Mahrus Hidayatullah oleh guru dari kedua orang tua saya yaitu KH. Abdul Fattah pengasuh pondok pesantren Al Hikmah Dusun Langkapan Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Jawa timur. Adapun orang tua laki-laki saya bernama Syairazi Yusuf bin Yusuf Wiradarma yang berasal dari Desa Sumberingin Kecamatan Ngunut Tulungagung Jawa timur. Sedangkan orang tua perempuan atau ibu saya adalah Muslimah binti Abdurrahman dari Dusun Langkapan Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, yaitu desa dimana saya dilahirkan dan bertempat tinggal sampai dewasa. Saya nomor tiga dari tiga bersaudara, kakak yang paling besar bernama Hidayatul Munawwarah, yang kedua Mar'atus Sholihah, namun kakak kedua telah mendahului kembali menghadap Allah Swt lantaran sakit tipus saat masih berumur sekitar tiga tahun.

Mula-mula saya saat kecil sekolah di TKNU Al Hidayah Dusun Langkapan Desa Maron, berlanjut ke SDN Maron Srengat Blitar, setelah enam tahun lancar saya lalui, pada tahun 1993 saya berlanjut sekolah ke MTsN Kunir Wonodadi Blitar, lulus tahun 1995 langsung masuk ke pesantren Lirboyo Kediri Jawa timur sampai lulus MHM (Madrasah Hidayatul Mubtadiin) Lirboyo pada tahun 2004. Mengabdi sebagai Munawwib di MHM selama dua tahun selanjutnya menikah dengan Gadis Kediri bernama Nanik Zubaidah binti Sujiarto Mannan, yaitu putri dari Bapak Sujiarto Mannan dengan Ibu Suparni Munajat. Pengabdianku berlanjut ke Madrasah Diniyah Pondok pesantren Al Amin Kota Kediri yang diasuh oleh KH Anwar Iskandar hingga tahun 2014, akhir tahun 2014 mencoba untuk merantau untuk ikut membantu keluarga dalam mengembangkan pendidikan pesantren di Kota Batam, tepatnya Pondok pesantren Al Badariyyah Kp Tua Belian Kota Batam Kepulauan Riau sampai sekarang.

Kenapa aku selalu berkecimpung dalam pendidikan pesantren, karena aku ingin berusaha menanamkan disiplin ilmu agama sebagai tonggak dasar perjalanan hidup keluargaku. Sampai saat ini aku telah dikaruniai dua orang anak perempuan Iqwana Arwa Karimah dan Nafisah Mardliyah.MH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kiyai dan Habaib

Kiyai dan Habaib Sudah mashur diantara para manusia sebagai makhluk sosial, didalam menjalani menjadi kholifah (penjaga kelestarian) di bumi ini, untuk meningkatkan spiritnya selalu mengaitkan antara keberadaan dirinya dengan orang lain terkhusus nasabnya, terkadang juga gurunya,  karena kebanyakan orang yang berjiwa besar lahir dari nasab yang besar, dan disitu jualah ilmu dan kekuasaan berjalan. Sayyid Muhammad Shohibul mirbath bin Ali adalah tonggak nasab para pejuang Islam baik sisi pengembangan keilmuan atau pengembangan wilayah da'wah. Beliau adalah orang tua dari Sayyid Ali yang memiliki putra Sayyid Muhammad bin Ali yang bergelar Al Faqih Al Muqoddam, pendiri Tarekat Alawiyyah, pendiri fam Ba 'Alawi, yang mashur di Indonesia dengan gelar Habaib.  Selain Sayyid Ali, beliau memiliki putra Sayyid Alwi yang bergelar 'ammul faqih, dan memiliki putra Sayyid Abdul Malik yang diberi gelar Adzmat khon oleh bangsa Nasirabad India, yang menurunkan raja-raja Islam d...

Ngaji Lagi

Pentingnya Tidak Tahu Sudah ma'lum diketahui bahwa Islam adalah agama yang tinggi dan tiada yang menandingi. Dengan diwahyukannya Al Qur'an kepada pembawa Islam yang tidak lain ialah Nabi Muhammad sekaligus Rasul Saw, maka sekaligus Al Qur'an sebagai mu'jizat, mu'jizat dalam definisi alat untuk melemahkan musuh Islam. Lantas siapa musuh Islam??? Ibarat senjata, Al Qur'an merupakan pedang bagi ummat manusia, alat yang efektif untuk melemahkan musuh, namun karena tajamnya pedang, ada berbagai jenis kelas didalam kemampuan menggunakannya. Bahkan kalau ngawur justeru akan melukai dirinya. Dengan Al Qur'an bukannya keislaman dalam diri yang akan kuat tapi kesesatan akan menjerumuskan, bila tanpa belajar kepada yang ahli. Menurut pandangan pakar Ushul, muatan ayat Al Qur'an maupun Sunnah sebagai sumber utama tuntunan Islam, dari sisi memberikan petunjuk terdapat beberapa jenis, diantaranya adalah motivasi, justifikasi, dan introspeksi. Apabi...