Kiyai dan Habaib
Sudah mashur diantara para manusia sebagai makhluk sosial, didalam menjalani menjadi kholifah (penjaga kelestarian) di bumi ini, untuk meningkatkan spiritnya selalu mengaitkan antara keberadaan dirinya dengan orang lain terkhusus nasabnya, terkadang juga gurunya, karena kebanyakan orang yang berjiwa besar lahir dari nasab yang besar, dan disitu jualah ilmu dan kekuasaan berjalan.
Sayyid Muhammad Shohibul mirbath bin Ali adalah tonggak nasab para pejuang Islam baik sisi pengembangan keilmuan atau pengembangan wilayah da'wah. Beliau adalah orang tua dari Sayyid Ali yang memiliki putra Sayyid Muhammad bin Ali yang bergelar Al Faqih Al Muqoddam, pendiri Tarekat Alawiyyah, pendiri fam Ba 'Alawi, yang mashur di Indonesia dengan gelar Habaib.
Selain Sayyid Ali, beliau memiliki putra Sayyid Alwi yang bergelar 'ammul faqih, dan memiliki putra Sayyid Abdul Malik yang diberi gelar Adzmat khon oleh bangsa Nasirabad India, yang menurunkan raja-raja Islam di dunia termasuk di Nusantara. Fam Adzmat khon kebanyakan membaur dengan berbagai suku dalam pernikahan demi mudahnya mengembangkan wilayah da'wah, diantaranya adalah para Walisongo yang menurunkan para Raden sebagai penerus kekuasaan dan Kiyai yang bergerak di bidang da'wah Islamiyyah.
Adapun silsilah Sayyid Muhammad Shohibilmirbath adalah
bin Sayyid Ali Kholi' qosam,
bin Sayyid Alwi Tsani,
bin Sayyid Muhammad,
bin Sayyid Alwi awal,
bin Sayyid Ahmad Al Muhajir,
bin Sayyid Isa an Naqieb,
bin Sayyid Muhammad an Naqieb,
bin Sayyid Ali Al 'Uraidli,
bin Sayyid Ja'far As Shodiq,
bin Sayyid Muhammad Albaqir,
bin Sayyid Ali Zainal Abidin,
bin Sayyid Husain,
bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib
binti Rasulullah Saw.
____________________
Jangan kerdilkan generasi kita dengan perilaku kita yang tidak berkualitas, hingga penerus kita tidak lagi berkompeten untuk menjadi tauladan dalam berislam.
Komentar
Posting Komentar